Wabah Chikungunya di Desa Maoskidul, Cilacap

 

Wabah Chikungunya di Desa Maoskidul, Cilacap

Oleh : Qotrun Nada
 NIM. 21413241044

 


Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus yang bernama Chikungunya (CHIKV). Virus ini tidak dapat menyebar secara langsung antarmanusia, melainkan ditularkan oleh dua jenis nyamuk, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penularan chikungunya terjadi apabila nyamuk menggigit orang yang terinfeksi chikungunya, kemudian membawa virus tersebut dan menyebarkannya kepada orang lain melalui gigitan. Penyakit ini disebut juga dengan flu tulang karena menyebabkan demam dan nyeri tak tertahankan pada sendi. Mayoritas orang yang terinfeksi chikungunya memiliki gejala yang sama, tetapi beberapa diantaranya tidak menunjukkan gejala. Gejala chikungunya akan muncul pada 3-7 hari setelah gigitan pertama dari nyamuk yang terinfeksi. Gejala awal chikungunya adalah demam tinggi mencapai 39 derajat. Demam tersebut kemudian diikuti oleh gejala lainnya seperti nyeri sendi, mual dan muntah, nyeri kepala, nyeri otot, dan radang sendi. Mayoritas pengidap chikungunya akan kembali pulih setelah 1-2 minggu.

Hingga kini, chikungunya menjadi salah satu penyakit yang terus ditemukan kasusnya di Indonesia. Kasus ini akan cenderung naik pada musim penghujan atau di awal dan akhir tahun. Seperti yang pernah terjadi di desa tempat tinggal saya yaitu Desa Maoskidul, Cilacap. Hasil Penyelidikan Epidemiologis yang dilakukan Dinas Kesehatan Cilacap menyebutkan jika penyebaran Chikungunya di Desa Maos Kidul Kecamatan Maos terdeteksi sejak akhir bulan Februari 2021 lalu. Dari penyebaran tersebut, sudah ada belasan warga yang tediagnosa Chikungunya. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologis pada akhir bulan Februari 2021 lalu, ada sebanyak 18 warga di empat RT di Desa Maos Kidul terdiagnosa Chikungunya.

         Pada mulanya warga di sekitar rumah saya termasuk ibu saya pun terjangkiti demam dan merasa gejala demam yang menjangkitinya itu adalah demam seperti pada umumnya. Lalu, setelah banyak kejadian yang serupa dengan warga lainnya yang turut merasakan gejala demam yang kemudian diikuti oleh nyeri sendi jadi menimbulkan beberapa dugaan. Hingga akhirnya terkuak karena warga juga sempat memeriksakan dirinya dan didiagnosis terkena penyakit chikungunya. Setelah adanya dugaan tersebut, kepala RT di tempat tinggal saya melaporkan kepada pihak terkait. Tak berselang lama setelah itu, ada upaya untuk pengendaliannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap melakukan fogging di lingkungan tempat tinggal saya yaitu Jalan Gunapati Timur RT 1 RW 3 Maos Kidul, Kecamatan Maos, pada Jum'at, 26 Februari 2021.

Sumber : serayunews.com|jum’at, 12 Maret 2021


                                            Analisis Risiko Wabah Chikungunnya

1.       Identifikasi Resiko : Wabah Chikungunya

-          Penyebab : Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

-          Gejala : Demam dan nyeri sendi

-          Lokasi : Jalan Gunapati Timur RT 1 RW 3 Maos Kidul, Kecamatan Maos

-          Dampak : Sebanyak 18 Warga terjangkit penyakit chikungunya

 

2.       Pengendalian Risiko

-  Melaporkan kasus chikungunya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap

-        Melakukan fogging segera setelah kasus chikungunya teridentifikasi

 

3.       Pemulihan Risiko

-   Menyediakan perawatan medis atau perawatan lanjutan bagi pasien yang mengalami nyeri sendi berkepanjangan

-          Mendukung rehabilitasi warga yang terkena chikungunya untuk kembali ke aktivitas normal

-    Meningkatkan program edukasi dan pencegahan untuk mencegah wabah chikungunya di masa depan

-          Mengadakan kegiatan pembersihan lingkungan





Komentar

Postingan populer dari blog ini

🌻Diary Kebaikan | Part 7🌻

Vily, Mahakarya Story akibat konsekuensi

Efektifkah Penerapan Kurikulum K-13 Terhadap Pembelajaran Daring Saat Pandemi?