Vily, Mahakarya Story akibat konsekuensi
Hai, back lagi ya tapi kali ini aku just share sebuah karya cerita dari Diqma. Pembuatannya pun tak asal asalan karena pasti ada alasan di baliknya. Tau ngga apa? 😌
JEDERRRRRR! karena telat sesuatu upsszz, dimana konsekuensinya adalah suruh buat karangan sebanyak 3 lembar. Dari pada udah buat karangan trus abis itu ngga dijadiin apa apa, eman eman loh kerja kerasnya nulis cerita avv:'
Jadiin blog aja akhirnya, biar ada yang baca + buat koleksi isi Blog ku xixixixi😉
Next, ini loh karya cerita nya,
Monggo dibaca nggeh🤗
' Vily '
Namanya Vily, seorang cewe dengan pemilik kepribadian ceria, ramah nan mudah bergaul dengan siapa saja, tetapi setelah broken home akibat perceraian kedua orang tuanya, sikapnya kian menjadi aneh. Berbanding terbalik 180° menjadi baperan, keras kepala, cuek, bodoamat, dan suka marah serta sensi. Ia memiliki seorang kakak bernama Rafly yang usianya tidak jauh berbeda dengannya. Mereka tinggal bersama Ibunya dirumah yang menjadi kediaman sejak kecil.
Mama dan Papahnya memang bisa dikatakan berasal dari keluarga yang berada. Namun, mereka sama-sama sibuk dengan pekerjaannya, sampai tak ada waktu lebih untuk family time bersama anak-anak mereka, Vily dan Rafly. Namun, harta tak menjamin kebahagiaan keluarga mereka. Yang dibutuhkan Vily hanyalah kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Setiap harinya Vily menjalani kehidupan seperti biasa. Namun, dampak broken home nya membuat hidupnya terasa sudah tak lagi berwarna seperti dulu. Sempat ia merasa pasrah dan menyerah akan hidupnya. Terkadangpun Vily curhat dengan kakaknya, si Rafli. Curhatannya terasa menyakitkan bagi si Vily sampai sampai ia menangis menceritakan apa yang ia alami. Dan apakah kalian tahu sikap yang diambil si Rafly? Ternyata Rafly pun bersikap biasa saja, hanya mendengarkan tetapi tak ambil pusing atas apa yang menimpa adiknya. Rafly memang lebih tua dari Vily, tetapi sifatnya kurang dewasa dibandingkan dengan adiknya.
Kurangnya kasih sayang dan perhatian akibat perceraian kedua orang tuanya, membuat ia mencari kasih sayang dari orang lain. Vily telah dekat dengan seseorang bernama Atta, teman satu gengnya si Rafly. Atta adalah seseorang yang baik, care dengan Vily, tempat berbagi ceritanya, dan mereka telah saling suka sejak SMP. Kini dengan kehadiran Atta dalam hidup Vily membuat hidupnya telah kembali berwarna. Atta telah membuat Vily move on atas apa yang menjadi masalah dalam keluarganya.
Entah kenapa alasannya, semenjak SMA semua pun mulai dirasa kembali suram. Atta yang sebelumya menjadi tempat kasih dan sayang si Vily, kini menjadi sosok yang dingin terhadap Vily. Lambat waktu Atta mulai menjauhi Villy. Kini pikirannya bertambah ruwet. Dimana seorang cewe korban broken home ditimpa pikiran antara keluarga dan hubungannya dengan cowonya.
...
“Sayang, besok Mama pergi ke Semarang karena ada acara arisan bersama teman-teman mama, kira-kira 2-3 harian mama baru pulang. Jadi kalian baik-baik ya di rumah sama Bibi... jangan kluyuran ngga jelas, kalo main pulangnya gaboleh kemalemen, terutama Kamu Rafly, jaga adikmu itu.” Ucap mama
“Iya Maa...” Jawab Rafly dan Vily bersamaan
“Kalo ada apa-apa langsung kabarin Mama yaa.. Makan jangan telat waktu” Ucap mama kembali
“Oke, Mama hati-hati ya kalau udah di sana, Vily sayang Mama...” Kata Vily sambil memeluk Mamanya itu, sedangkan Rafly hanya tak acuh dan sibuk main game online.
(Percakapan singkat Mama, Vily, dan Rafly sebelum tidur)
...
Vily baru saja lulus SMP. Setiap hari ia diantar oleh abangnya, Rafly. Kebetulan Ia dipersatukan kembali dalam satu sekolah dan satu kelas bersama ketiga sahabatnya, Rosa, Anggi, dan Berlian. Ketiga sahabatnya itulah yang membantu Vily mengurangi overthingking masalah keluarganya. Ia lebih dekat dengan Anggi, karena memang sahabatnya dari kecil. Selama inipun hanyalah Anggi yang tau hiruk-pikuk permasalahan si Vily, Ia turut merasakan apa yang dialami oleh Vily karena Anggi juga memiliki masalah yang sama. Namun, bedanya di latar belakang keluarga mereka. Anggi telah lama ditinggal oleh Ayahnya. Dari kecil Ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah.
Pada waku di kelas, Vily terlihat murung dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Sampai waktu istirhat pun tiba, Ia tak acuh ketika ketiga sahabatnya itu mengajak makan siang di kantin. Ia lalu pergi sendirian dari kelas.
“Eh Vily dimana ya ko ngga keliatan...?” Tanya Anggi ke Rosa dan Berlian
“Ngga tau, tadi si ada di kelas... Dia juga seperti terlihat murung hari ini.” Jawab Rosa
“Ros, sana cari dikelas, siapa tau Dia udah kembali ke kelas. Tadi aku terakhir liat sih Dia lagi keluar kelas entah kemana.” Suruh Anggi ke Rosa
Rosa mencari Vily di kelas, kamar mandi, perpustakaan, koperasi, hampir semuanya telah ia susuri, tapi Ia masih belum menemukan Vily. Rosa kembali ke kantin untuk memberitahu Anggi dan Berlian. Ketika mereka akan kembali ke kelas, melewati taman dan Rosa melihat ada Vily disana sedang termenung sendirian. Rosa pun menghampiri Vily.
“Eh Vil aku cari-cari kamu kemana-mana palah disini ternyata, ko ngga kantin malah disini, ngapain si? Tanya Rosa
(Villy hanya menanggapi dalam diamnya sambil menangis)
“Lah ko kamu palah nangis Vil, ada apa sebenarnya? Ada masalah? Cerita dong gehhh” Ucap Rosa sambil panik
“Aku ngga papa ko..” Jawab Vily
“Ngga papa gimana, kamu pasti boong ya! Kamu sakit? Muka kamu pucet banget loh itu Vil” Saut Rosa
(Tak lama kemudian Berlian dan Anggi menghampiri Vily dan Rosa ke taman)
“Ko Vily nangis, heh Ros kamu apain Vily?” ketus Berlian sambil mendorong Rosa pelan
“Aku ngga ngapa-ngapain, tau tau pas aku tanyain dia Cuma diem sambil nangis, suer aku ngga ngapa-ngapain” Jawab Rosa
“Vil, kamu kenapa sih? Sakit? Ke UKS aja yuu Vil...” Saut Anggi
“Apaan sih, jangan ganggu pliss! Aku lagi pengin sendiri.” Saut Vily dengan nada tinggi sambil menghapus air matanya, lalu lari ke kelas
🔔🔔🔔 (Bel Masuk)
“Yuk masuk..” Ajak Berlian ke Rosa dan Anggi
“Eh Vily kenapa ya ko tiba-tiba jadi marah marah ngga jelas banget gitu?” Tanya Anggi
“Ah dah la, nanti aja di kelas kita tanya ke anaknya” Saut Berlian sambil menarik tangan Anggi dan Rosa
(Kelaspun sudah mulai pembelajaran lagi, dan guru menugaskan kelas itu untuk kerja kelompok)
“Vil nanti kerja kelompok di rumah kamu gimana?” Tanya Anggi
“SETUJUUUU! Sekalian ketemu abang kao itu Vil, Azeek” Seru semangat Rosa
“Dasar buceen bangettt” Ucap Anggi ke Rosa
“Eh bukannya nanti kamu disuruh ke rumah sakit ya Ros?” Ucap Berlian ke Rosa
“Siapa yang sakit Ros?” Tanya Vily
“Ayahku Vil, Eh gimana Vil nanti bisa ngga?”
Jawab Rosa mengalihka pembicaraan soal Ayahnya
“Ke rumah aja” Jawab Vily
🔔🔔🔔🔔🔔 (Bel Pulang)
(Akhirnya Anggi pergi ke rumah Vily)
“Vil... Vily... Vil..” Panggil Anggi
“Eh iya sini masuk” Saut Vily
“Ko rumah sepi, yang lain pada kemana? Mama kamu? Papa kamu? Abangmu? Pada dimana si” Tanya Anggi
“Ih ko jadi kamu yang bawel si, kepo banget tau ngga!” Ketus Vily
“Vil kamu lagi kenapa si, lagi PMS? Ko beda banget ngga kaya biasanya” tanya Anggi
(Vily hanya diam tak menjawab)
Vily meninggalkan Anggi di ruang tamu. Ia pergi ke kamar untuk ganti pakaian sembari mengalihkan pembicaraan tadi karena sejujurnya Ia bingung saat ditanya tentang orang tuanya. Dia udah berusaha banget selama ini untuk menutupi permasalahan keluarganya dari teman-temannya.
Secara tidak sengaja Anggi melihat buku yang hampir jatuh dalam tas Vily yang terbuka di kursi ruang tamu. Anggi pun membuka buku milik Vily, dan ternyata itu buku dairynya Vily. Anggi kaget melihat isi buku itu karena isinya curhatan Vily tentang apa yang Ia rasa selama ini setelah apa yang di timpa keluarganya.
“Astaga...” Ucap Anggi lumayan keras
“Kenapa sih Nggi” tanya Vily keluar dari kamarnya
“Ngga papa” Saut Anggi sambil gugup buru-buru menutup buku dairy tadi
Ternyata selama ini kejanggalan yang dirasakan Anggi kepada Vily benar, dan Anggi baru tahu kalau orang tua Vily berpisah dan Anggi berniat untuk menanyakan soal isi buku dairy tadi.
“Hey Vil, Are U Okay?” Tanya Anggi
“Hikss.. hiksss... hiksss” Isak Vily seketika
“Vil kamu kenapa, ko tiba tiba nangis lagi, kalo ada masalah cerita gehhh.. siapa tau kan aku bisa bantu” Ucap Anggi
“Aku ngga papa ko, Cuma sedikit pusing aja” Jawab Vily
“Beneran ngga papa? Ngga boong kan?” Tanya Anggi
“Iya beneran, aku cuma butuh istirahat” Jawab Vily
“Aku antar ke kamar ya” Tawar Anggi
Sebenarnya Anggi tahu kalau sahabatnya itu bohong dan sedang menutupi masalah keluarganya tadi. Sesampai di kamar, Anggi menanyakan kembali dengan lebih tegas dari sebelumnya.
“Vil sebenarnya kamu lagi kenapa sih, ada masalah apa? Coba kali ini aku minta kamu jujur sama aku, ngga ada lagi yang perlu ditutup-tutupi, aku udah tau ko Vil.. “ Ucap Anggi
“Maksud kamu apa, tau apa kamu Nggi” Tanya Vily
“Maaf sebelumnya Vil, tadi aku ngga sengaja buka buku dairy kamu, dan aku udah membacanya, jadi sekarang aku tahu apa yang selama ini kamu tutupi yang membuatmu jadi berbeda dari sebelumnya Vil” Jawab Anggi
“Ooh kamu udah tau yah, Iya Nggi sebenarnya aku lagi ada masalah keluarga, Mama sama Papa udah pisah, bang Rafly pun jadi jarang di rumah, Dia lebih memilih main sama gengnya.. hubunganku sama Atta pun udah pupus.. Aku bingung Nggi, aku lama-lama stress akan kenyataan sekarang yang beda banget kaya dulu.. Aku harus gimana Nggi aku udah hampir pasrah sama hidup” Jawab Vily
“Vil kamu harus sabar, mungkin kamu lagi di uji sama yang di atas.. yakin bahwa Tuhan ngga akan kasih ujian diluar batas kemampuan makhluknya, kamu harus semangat dong, kudu ikhlas, pasti ada jalan keluarnya ko, tapi inget ya jalan keluar bukan dengan cara kamu pasrah sama kehidupan, salah besar itu Vil. Coba kamu liat aku, Kamu pasti tau kan Vil kalo aku ngga pernah sedikitpun tau Ayahku seperti apa, raut wajahnya pun sama sekali belum terlintas dalam anganku. Sosoknya seperti apa pun aku ngga tau, apalagi ngerasain kasih sayang seorang Ayah Vil, selama ini aku sangat merindukan kehadiran sosok Ayah dalam hidupku.. tapi memang takdir berkata lain Vil. Aku hanya tinggal melanjutkan hidup tanpa seorang Ayah.. menjadi pribadi yang baik supaya kelak Tuhan mengizinkan aku bertemu Ayah di surga bersama orang-orang baik lainnya” Kata Anggi sambil curhat memotivasi Vily
Vily memeluk Anggi sambil menangis, dan meminta Anggi agar tak menceritakan soal perceraian orang tua nya dan problem dalam kehidupan Vily lainnya.
“Eh ngga kerasa udah malem ya Vil, Aku mau pamit pulang ya.. Inget kalo ada apa-apa langsung hubungi aku aja, I always with U my best.. Be Strong I believe that U are a strong women” Pamit Anggi sembari berpesan ke Vily
“Iya makasih untuk semuanya Nggi, kamu emang sahabat paling baik dan bisa ngertiin aku, maaf atas perubahan sikapku kemarin kemarin ya” Jawab Vily
Vily memang akhir-akhir ini selalu murung dan selalu menyalahkan kedua orang tuanya, karena akibat broken home yang mengakibatkan seorang Vily merasa stress akan perubahan yang dialami di kehidupannya sebagai sosok remaja yang sedang butuh banget perhatian kedua orang tuanya. Namun, setelah mendengar ucapan Anggi yang membuat ia kembali berfikir bahwa ada benarnya apa yang dikatakan sahabatnya itu. Vily pun jadi merasa iba kepada Anggi karena hidup tanpa kehadiran sosok ayah di sampingnya dan Ia jadi bersyukur ternyata ia lebih beruntung masih bisa melihat sosok Papahnya.
~END~
Pesan yang dapat dipetik dari kisah Vily :
• Tidak ada seorang anak pun yang menginginkan orang tuanya berpisah. Maka menjaga keharmonisan antar anggota keluarga itu yang utama karena harta yang paling berharga adalah Keluarga.
• Harus selalu bersyukur atas apa yang sudah digariskan oleh Tuhan, atas apa yang sudah diberikan Tuhan, atas apa yang sudah menjadi takdirnya masing-masing makhluk karena Tuhan kita tau apa yang terbaik buat makhluknya.
Makasih mba Qotrun ❤️
BalasHapusOkay sami sami🌻
Hapus