Cerita Kesaksianku Melihat Tsunami Secara Langsung
Bener² jadi Unforgettable momen in my childhood. Aku mau cerita apa yg masih aku ingat, momen ketika melihat secara langsung gelombang laut menuju kedaratan diiringi suara 'tsunami' 'tsunami' 'tsunami' di keramaian orang yang sedang dalam panick attack. pintu rumah pada terbuka, orang2 berusaha menyelamatkan diri berhamburan, dimana² saling kebut kebutan dengan lantang menyuarakan 'tsunami'
Waktu itu sekitar abis asar, seperti biasanya aku bersama anak-anak lainnya di perumahan tegal asri sudah menjadi kebiasaan menunggangi delman. Ibuku dan kakakku ikut, ibu menyuapi makan sore kami berdua. Suasana masih seperti biasanya, memang diluar dugaan karena tidak ada tanda² apapun. singkatnya, ketika berada di jalan Lengkong, baru saja 5 menit belok ke jalan tersebut, langsung ramai dari kejauhan. masih teringat betul, gambaran ombak berhamburan di jalanan, kusir yang ikut panik sembari memecuti kudanya supaya berlari kencang, dikelilingi para nelayan dan masyarakat sekitar yang dengan kencangnya mengayun sepeda sambil berteriak 'tsunami' 'tsunami' 'tsunami'. salah satu hal yang tidak terlalu penting, bilang aja seorang ibu² yang keluar dari pintu rumah belakangnya kini masih terngiang diingatan. Sedikit yg aku lupa, entah menangis atau ekspresi datar atas responku dulu, karena belum tau apa apa diumurku yg masih 4 taun:'
Endingnya gini, setelah cukup jauh dan dirasa aman, pak kusir memilih rumah tetangganya u/ dijadiin t4 pengungsian. disitu kami (aku dan anak anak lainnya) disuguhi mimik yang banyak, karena mayoritas dari kita shock dan bingung atas situasi yg terjadi. Ibu mencari bantuan u/ menghubungi bapak dan tetangga lainnya. tak berselang lama, bapak njemput, dan memilih untuk nginep sementara di Maos (rumah Mbah) sampe keadaan pulih kembali setelah tsunami tsb🥺
Layaknya selayang pandang, cerita ini juga ga sengaja langsung aku tulis, aku tuangkan apa yg ada dipikiranku, desc dari yg aku inget, seketika setelah liat video kesaksian tsunami Cilacap tahun 2006 silam. Bisa buat dibaca anak cucu besok ga si kalo di abadikan gini😌 Ini true story ya gais, dari pengalaman masa kecilku dulu, speechless untuk dikenang, tidak untuk diulang.
last but not least,
rasanya mau ngucapin rasa syukur dikala itu, masa bocilku udah diselamatin dari bencana dan mara bahaya. thanks ya Allah, hingga kini aku masih bisa merasakan nafas bersama ibu, kakaku, bapak, dan teman-teman masa kecilku. Miss u all✨

Komentar
Posting Komentar