Efektifkah Penerapan Kurikulum K-13 Terhadap Pembelajaran Daring Saat Pandemi?

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum w.r.b. teman-teman 😉

Selamat datang di nadhalova.blogspot.com  🙂 Pada kesempatan kali ini, author mau memberikan analisis isu/permasalahan terkait kurikulum/pendidikan guna memenuhi tugas ujian tengan semester mata kuliah kurikulum pembelajaran sosiologi. Semoga dapat memberi wawasan kepada insan pendidikan ya, dan selamat membaca😍

  • Pembahasan Isu/Permasalahan yang diambil

 Efektifkah Penerapan Kurikulum K-13 Terhadap Pembelajaran Daring Saat Pandemi?

         Pandemi Covid-19 menjadikan semua aktifitas khususnya aktivitas pendidikan dilakukan dari rumah. Dengan itu pemerintah memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) disamping penerapan Social Distancing guna memutus rantai penyebaran virus. Sebelum pandemi datang, ketika aktivitas pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya, kurikulum terakhir yang digunakan ialah Kurikulum 2013 atau Kurikulum K-13. Namun, pada kenyataanya ketika Kurikulum K-13 diterapkan pada pembelajaran daring saat pandemi, banyak problematika yang muncul. Hal itu tidak lain karena mengingat situasi yang serba mendadak dan belum adanya persiapan dari berbagai pihak. Seluruh aspek pembelajaran seolah-olah dibuat shock karena keseluruhannya berubah secara drastis, mulai dari cara belajar, media pembelajaran yang digunakan, dan kegiatan belajar mengajar. 

         Pembelajaran jarak jauh yang ketika itu masih memberlakukan Kurikulum K-13, dalam pembelajarannya menuai permasalahan baru, baik itu terhadap guru, peserta didik, maupun orang tua. Permasalahan utama yang dihadapi guru ialah terkait dengan teknik belajar, strategi pembelajaran, dan media pembelajaran yang efektif dan efisien diterapkan pada pembelajaran disaat pandemi. Selain itu, cukup membuat guru merasa resah karena kesulitan untuk menerapkan Kurikulum K-13 dalam pembelajaran daring. Karena seperti yang kita tahu, pada Kurikulum K-13 memiliki durasi atau alokasi waktu pembelajaran dan cakupan materi yang cukup banyak, sedangkan untuk pembelajaran daring terjadi adanya pengurangan jam pelajaran. Sedangkan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik ialah sulit memahami dan menguasai seluruh cakupan materi pembelajaran tanpa tatap muka dan dirasa cukup membuat lelah dengan materi pembelajaran Kurikulum K-13 yang banyak, tetapi tidak sebanding dengan waktu yang dialokasikan yaitu terjadi pengurangan jam pembelajaran seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Orang tua peserta didik pun tak luput terkena imbasnya, masalah utama yang dihadapi orang tua ialah masalah ekonomi yang mengakibatkan kurang mampu memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring seperti internet dan media e-learning. Selain itu, tidak semua orang tua bisa mendampingi anaknya ketika belajar dari rumah karena tidak semua memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Beberapa dari mereka yang tergolong kalangan bawah, merasa kewalahan ketika turut membimbing anaknya mempelajari suatu materi karena dihadapkan materi pembelajaran Kurikulum K-13 zaman sekarang yang sudah sangat kompleks.

         Permasalahan-permasalahan yang muncul dari penerapan Kurikulum K-13 pada pembelajaran daring saat pandemi, menjadi bukti bahwa Kurikulum K-13 sudah kurang sesuai apabila diterapkan di situasi pandemi. Setelah meninjau dari evaluasi-evaluasi yang ada, akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan penyederhanaan dan penyempurnaan kurikulum dimana kurikulum ini tentunya disesuaikan dengan situasi pandemi. Kurikulum baru tersebutlah yang oleh Kemendikbud selaku perancang kurikulum dinamakan dengan Kurikulum Darurat. Pada implementasi Kurikulum Darurat ini, pemerintah memberikan kebebasan kepada tingkat satuan pendidikan untuk menentukan dan mengelola kurikulum yang dianggap sesuai dengan keperluan dan kebutuhan lembaganya. Dengan kata lain, Kurikulum Darurat memang dirancang fleksibel bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi kekinian peserta didik. 

          Berkaca dari berbagai permasalahan diatas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan supaya dalam proses pembelajaran nantinya bisa berjalan lebih efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan media pembelajaran interaktif yang mudah dipahami oleh peserta didik, meningkatkan keterampilan IT guru, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membuat siswa merasa nyaman. Meninjau dari evaluasi-evaluasi yang ada, maka proses pembelajaran selanjutnya tidak harus berdasarkan Kurikulum K-13 karena didalamnya terdapat aturan yang kurang tepat jika tetap diterapkan pada pembelajaran daring. Oleh karena itu, pembelajaran harus mengacu pada Kurikulum Darurat yang telah disesuaikan dengan situasi pandemi.

  • Ringkasan Substansi Isu/Permasalahan diatas

            Adanya pandemi Covid-19 membuat seluruh aktivitas dilakukan dari rumah termasuk pembelajaran. Semua aspek pembelajaran mendadak berubah secara drastis. Pada awal pandemi Kurikulum K-13 masih diterapkan dalam proses pembelajarannya. Namun, seiring berjalannya pelaksanaan pembelajaran daring yang menerapkan Kurikulum K-13 banyak menuai permasalahan baik terhadap guru, peserta didik, maupun orang tua. Permasalahan-permasalahan yang muncul akibat penerapan Kurikulum K-13 pada pembelajaran daring di saat pandemi ini membuktikan bahwa kurikulum tersebut kurang sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi. Setelah adanya evaluasi, akhirnya pemerintah mencanangkan kurikulum yang disesuaikan dengan situasi pandemi yaitu Kurikulum Darurat. Kurikulum darurat memberikan kebebasan dengan memberikan fleksibilitas kepada tiap-tiap satuan pendidikan untuk mengelola kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 

  • Analisis terkait Isu/Permasalahan yang dibahas
          Berangkat dari permasalahan-permasalahan yang timbul dari penerapan Kurikulum K-13 yang diberlakukan saat pandemi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Kurikulum K-13 dinilai tidak efektif terhadap proses pembelajaran daring. 

      Implementasi kurikulum yang efektif merupakan hasil dari interaksi antara strategi implementasi, struktur kurikulum, tujuan pendidikan, dan manajerial sekolah. Oleh karena itu, supaya kurikulum yang efektif saat pandemi dapat diimplementasikan, maka pemerintah mengambil kebijakan penyederhanaan struktur kurikulum yang bertujuan agar dalam isi kurikulumnya tidak terlalu kompleks mengingat ada hal yang perlu disesuaikan terkait adanya pengurangan porsi waktu belajar dalam pembelajaran daring. Sehingga tiap satuan pendidikan pun lebih mudah dalam membuat kebijakan kurikulum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya. Dalam hal ini, pengoptimalan implementasi Kurikulum Darurat semasa pandemi berlangsung, diperlukan suatu upaya strategis untuk mensinergikan komponen-komponen kurikulum, terutama guru dan kepala sekolah dalam membudidayakan kurikulum. 

   Dari poin-poin analisis dapat saya highlight bahwa hal tersebut mengimplikasikan adanya tugas utama teori kurikulum, yaitu 
1. Mengidentifikasi masalah-masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum.
2. Menentukan hubungan antara masalah-masalah tersebut dengan struktur yang mendukungnya.
3. Mencari/meramalkan pendekatan-pendekatan untuk memecahkan masalah.

Referensi :

Darmadi, dkk. (2021). Implementasi Kurikulum 2013 pada Masa Pandemi COVID-19. Research &        Learning in Primary Education , 1(2), 399-402.

Kosassy, Siti Osa. (2017). Analisis Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal PPKn & Hukum, 12(1), 78-89.

Ningtiyas, D. A. (2020, August 24). Kurikulum 2013 Di masa Pandemi, Masih Sesuaikah? kumparan. https://kumparan.com/dantiatiyas/kurikulum-2013-di-masa-pandemi-masih-sesuaikah-1u3mR9gUCCx



      Segitu dulu yang dapat disampaikan author terkait pembahasan, ringkasan substansi, dan analisis isu/permasalahan terkait kurikulum/pendidikan. Akhir kata, dengan segala kurang karena tak ada yang sempurna kecuali Allah Ta'ala, mohon maaf dan terima kasih😊🙏     

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Salam Manis💖,
Author

QNada

Qotrun Nada NIM. 21413241044



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

🌻Diary Kebaikan | Part 7🌻

Vily, Mahakarya Story akibat konsekuensi