Ini Prinsipku Dalam Menjaga Diri

Hai, Readers
Back with me on my blog ya :v
Bissmillahirrahmanirrahim. Semoga dengan adanya kesempatan ini, saya bisa membagikan sepatah kata kata dalam kalimat yang atas izin Allah semoga bermanfaat ya. 

Jadi pada blog kali ini aku ada beberapa prinsip dari diriku si udah lama banget, semoga tetap dalam penjagaanMuYa Rabb. Semoga kalian yg membaca juga selalu dijaga baik fisik, mental, maupun spiritual/kerohanian. Ini prinsipku sebagai remaja di jaman milenial.

Yups seperti yang kita ketahui sist, pemuda pemudi bahkan siswa siswi di era sekarang nih pada ngga malu banget ya mereka saling umbar asmara :c miris liatnya ya ukh! Bahkan tidak sedikit teman dekat saya mereka yg sering kudengar ceritanya, berbagi kisah tentang kedekatan mereka dengan para teman cowonya (ada bbrp yang sudah pacaran maupun ldr). Walaupun aku dekat diantara mereka, lantas haruskah aku ikut ikutan mereka? Ooo tentu tidak. Semoga Allah meneguhkan prinsipku dri dulu ini Aamiin. Apakah aku harus menjauhi mereka? Tidak juga sebenarnya, selagi kita kalo berteman itu bicara hal hal diluar pacaran bagi saya its enjoy lah. Cuma kalo mereka mulai membahas (pacaran) itu, saya cuma mendengarkan saja kok. Lagian emang ga mudeng + ga berpengalaman sama yg berbau gituan guys, jadi kaku aja kalo bicara gituan😌 tp gapapa gapapa, karna mereka teman dekat aku, yg udah mau berteman denganku. Yg penting aku ngga ikut ikutan hal buruk kaya mereka, so emang temen adalah cermin, jadi saya cermin ke diri mereka yg positif aja bissmillah ya ukh :v 

Next, ada beberapa alasan 

Kenapa aku tidak pacaran
1. DOSA
2. Membuat Ibu(orang tua) disiksa di alam kubur.
 Jadi, kalo anak udah main pacaran(pegangan yg bukan muhrimnya) di alam kubur si Ibu mendapat siksa di lempar batu neraka yang dikirim malaikat zabaniyah. Siksaan terendahnya yaitu di lelehkan ubun²nya.
3. Lebih mikir prioritas kedepan untuk jangka panjang (semoga khasanah fidunya wal akhirah). Jadi, lebih mikir memperbaiki diri dulu. Dimulai dari sekarang, insya allah dimasa depan bakal udah kebiasaan dri perilaku baik aamiin. Karena janji Allah 'Laki² baik, Untuk perempuan baik'.
Makanya jadi perempuan harus baik dulu, kalo ingin dapetin laki laki yang baik.
4. Juga dalam masa pertumbuhan dan remaja, dimana terjadi ketidakstabilan mental yang membuat remaja merasa punya banyak masalah. Sebagai jalan untuk meringankan menurutku memiliki sahabat sambat😂 Sumpah dengan itu aku tu bisa sedikit tenang karna adanya penyemangat gimanapun kita dia yg slalu menerima. Percayalah cari sahabat dulu sebanyak banyaknya sebelum tidak ada sempat untuk bertemu dengan mereka, ketika kita sudah sibuk dengan urusan masing masing (dlm artian sudah berumah tangga)
5. Percaya satu hal lagi, bahwa ada saatnya kita dipertemukan dengan orang yang insya Allah baik kalau kita juga memiliki pribadi baik. Makanya fokus aja dulu sama perbaikan diri ya. Terutama perempuan. Seharusnya wanita yang dicari. Wanita yang mengikuti laki-laki. Karna apa? Karna laki-laki adalah pemimpin. Kita harus mengikuti seorang pemimpin bukan? 

Jika ada salah kata mohon koreksinya ya, maupun ada tambahan prinsip kalian dari para ukhti bisa tuh kritik dan sarannya. Dengan senang hati jika anda berkenan membantu saya dalam perkembangan blog ini, saya sangat sangat berterima kasih😘

Akhir kata 
Terimakasih readers, Barrakallah✨

Komentar

  1. Uwuwu emang ya nad, pacaran itu gaada faedahnya babarblas. Mending nyibukin diri ikut organisasi-organisasi mumpung masih muda, buat ngasah jiwa sosialisasi. Kayak MPK yekan 😂👌💛

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul itu kaka, mumpung masi bisa aktif ya terus aja aktif ya. Jiwa muda digunain itu buat yang berfaedah. Lebih baik kehilangan masa muda dari pada kehilangan masa depan (ngeri mbayanginnya). Dikasih nikmat hidup sebenarnya buat nglakuin hal yg bermanfaat ya, percuma sbnrnya ngelakuin hal yg mudharat. Naudzubillah✨

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

🌻Diary Kebaikan | Part 7🌻

Vily, Mahakarya Story akibat konsekuensi

Efektifkah Penerapan Kurikulum K-13 Terhadap Pembelajaran Daring Saat Pandemi?